Rabu, 26 Juni 2013
Hidup Itu Berbagi
Sejak kecil kami diajarkan dalam keluarga untuk hidup berbagi. Kata orang tuaku:..." siapa saja yang mengalami ketidak berdayaan di sekitarmu hendaknya kamu membagi kelebihan yang ada padamu". Namanya anak tinggal mengamin saja apa saja yang dikatakan oleh mereka. Ketika diusia remaja dan dewasa kata-kata suci yang sempat terekam disaat itu, ternyata tidak memekarkan dengan baik saat berada dalam situasi lingkungan hidup yang tidak bisa bertahan hingga menjadi sebuah kekuatan dan mutiara dalam hidup. Entahlah mengapa nasehat-nasehat itu tidak membekas dalam hidupku. Terkadang aku merasa bersalah mengapa dulu tidak berani mengatakan: Tidak!!!!" mengapa dulu aku hanya mengangguk saja??. Kini saya berada dalam sebuah kenyataan hidup bahwa setiap manusia berjuang untuk bisa berbagi dalam hidup ini. Andaikan ini menjadi pedoman setiap orang mungkin tidak ada yang namanya yang miskin dan kaya. Mungkin tidak ada yang mengalami penderitaan atau mungkin tidak ada ini yang istimewa dan kurang istimewa. Tidak ada yang menampilkan diri kebih hebat karena semuanya saling membantu. Saat BMM naik 24 Juni 2013 yang katanya uangnya akan bersubsidi kepada masyarakat miskin, itu hanya sebuah isu untuk membentengi diri. Bukankah dengan harga BBM semakin pemerintah beralibi untuk bisa mencari keuntungan dengan cara bekerjasama dengan pihak pertamina. Pertamina pastinya senang dengan kebijakan demikian karena mereka bisa menjual dengan segala daya usaha mereka. Mereka berbagi rasa demi sebuah kepuasan proyek biar kelihatan sukses program unggulan mereka. Ternyata... saya juga susah menjalani bagaimana BBM itu bisa berbagi mana kala pemerintah tidak mau berbagi rasa dengan yang miskin. Tuhan ajarkan aku untuk bangkit kembali nasehat suci orang tuaku dulu bahwa hidup itu harus berbagi...... (Ngardi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar